Kamis, 06 Oktober 2011

Tafsir surat yusuf ayat 90 & surat an-nahl ayat 30

A.   Tafsir


·         Surah yunus ayat 90
Dia berkata, “ apakah kamu mengetahui apa yang telah kamu lakukan teradap yusuf dan saudaranya yang ketika itu kamu orang-orang  yang tidak mengetahui ?” meraka berkata, “apakah engkau benar-benar yusuf?” dia menjawab,“aku lah yusuf dan ini saudaraku. Sungguh allah telah melimpah kankarunia-Nya kepada kami.”seesungguh nya siapa yang bertakwa dan yang bersabar , maka sesungguhnya allah tidak menyia-nyiakan ganjaran al-muhsinin (orang orang yang baik).

Hati yusuf as. Sungguh luluh mendengar dan melihat saudara-saudaranya. Ketika itu lah ia berkata sedikit mengecam, ”apakah kamu mengetahui keburukan apa yang kamu lakukan terhadap yusuf dan saudaranya yang ketika itu kamu adalah orang orang yang tidak mengetahui keburukan perbuatan kamu itu ?” mendengar ucapan itu, segera terbayang dalam benak mereka yusuf as. ,teringat pula ayah mereka yang tak pernah berputus asa menyangkut yusuf as. Maka, dengan perasaan bercampur baur, mereka berkata, “apakah engkau benar-benar yusuf?” dia menjawab dengan ramah “akulah yusuf dan ini saudara kandungku, benyamin” sungguh allah melimpahkan karunianya kepada kami sehingga aku dan dia dapat bertemu dalam keadaan yang sangat membahagiakan. Ini adalah imbalan allah swt. Atas kesabaran dan ketakwaan kami. “sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya allah tidak menyia-nyiakan ganjaran buat mereka karena mereka termaksud al-muhsinin, yakni yang mantap kebijakannya”.
yusuf as. Berkata “apakah kamu mengetahui apa yang telah kamu lakukan terhadap yusuf dan saudaranya “ merupakan kencaman halus, walaupun beliau tidak merinci keburukan mereka. Seandainya seseorang yang tidak berbudi luhur, niscaya ketika itu akan tertumpah segala macam makian dan balas dendam. Apalagi jika yang bekuasa seperti yusuf as. Dan yang dihadapi dalam keadaan lemah dan hina. tetapi, yusuf as. Tidak memperlakukan saudara-saudaranya seperti  itu, bahkan beliau menyebut dalih yang dapat mereka gunakan yang beliau nilai itulah sebab sikap buruk mereka yaitu ketika itu kamu adalah orang-orang yang tidak mengetahui.
            Jawaban yusuf as. Yang menyatakan “ya, anda benar” dan semacamnya memberi kesan tentang betapa pahit yang dialami nya masa lalu sejak ia di lempar kesumur. ”aku adalah yusuf yang kalian aniaya berbagai cara,”. Itu pula sebab nya ia menunjukan kepada mereka saudaranya walaupun mereka telah mengenalnya. Dia berkata “dan ini saudaraku yakni yang juga kamu perlakukan tidak wajar”. Namun itu semua yusuf as mengatakannya dengan cara yang sangat halus karena keluhuran budinya.
           
·         Surah an-nahl ayat 30
dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, ’apakah yang telah diturunkan tuhan mu?’ mereka menjawab, ‘kebajikan’.bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini kebaikan. Dan sesungguhnya negeri akhirat lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang bertakwa. Surga-surga ‘and mereka akan masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai. Bagi mereka apa yang mereka kehendaki. Demikian allah membalas orang orang yang bertakwa.”
            Setelah menjelaskan sikap orang-orang kafir terhadap apa yang di turunkan allah, yakni al-Qur’an serta kesudahan mereka kelak di kemudian hari, kini dan sebagai mana kebiasaan al-Qur’an menggandengkan sesuatu dengan lawanya, melalui ayat ayat ini dijelaskan sikap kaum beriman. Di sini dinyatakan “dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa yang selalu berupaya melaksanakan perintah allah sesuai kemampuan mereka dan menjauhi semua laranggan-Nya, apakah yang telah di turunkan oleh tuhankamu?” mereka menjawab “allah telah menurunkan kebajikan.” selanjutnya, mereka merinci sedikit dari makna kebajikan itu, yakni: bagi orang orang beriman yang berbuat baik di dunia ini, yakni semasa hidup mereka di dunia, pasti mendapat kebaikan, yaitu pembalasan yang baik. Dan sesungguhnya di samping balasan duniawi itu ,adalah ganjaran ukhrawi dan yang akan mereka peroleh di negri akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaikbaiknya tempat kediaman bagi orang orang yang bertakwa. Balasan yang baik itu diantaranya surga-surga ‘adn, yang mereka akan masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai. Bagi mereka apa yang mereka kehendaki. Demikian allah membalas orang orang yang bertakwa, yakni yang mantap ketakwaannya .
            Menurut al-biqa’I, untuk mengisyartkan bahwa orang-orang bertakwa itu sungguh merasa ridha dan puas walau dengan sedikit kebajikan yang mereka peroleh dan walau pun tidak berulang-ulang. Di sisi lain ada persesuaian antara pertanyayan yang diajukan dan jawaban yang di sampaikan oleh orang-orang bertakwa itu. Karena itu ,mereka cukup berkata “khairan/kebajikan” yang dari segi tata bahasa kedudukan sebagai objek dari satu kalimat yang tidak di sebut, yakni allah menurunkan kebajikan. Ada pun para pendurhaka, mereka tidak menyesuaikan pertanyaan dengan jawaban. Karena itu , jawaban mereka (asathiru al-awwalin) tidak berkedudukan sebagai objek. Seakan akan mereka berkata “apa yang kamu kira di turunkan oleh allah sebenarnya bukanlah sesuatu yang diturunkan, tetapi ia adalah dongeng-dongeng masa lalu”
            Thabathaba’I memahami pengulangan kata taqwa pada ayat 30 ini yaitu yang pertama (alladzinaattaqau) yang kedua (al-muttaqin) sebagai isyarat tentang siapa yang ditanya itu .yakni mereka adalah yang menghiasi secara terus menerus diri mereka dengan ketakwaan, yakni orang-orang yang sempurna imanya.


 (Shihab, M. Quraish. 2009. Tafsir Al-Misbah, Pesan, KEsan, dan Keserasian Al-Qur’an.Jakarta:LenteraHati.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar